COKLAT, TEMAN ATAU MUSUH GIGI ?

Oleh : Hilya

Coklat adalah makanan yang digemari oleh kebanyakan orang. Namun, jika dikaitkan dengan kesehatan gigi, coklat sering dijadikan sebagai musuh besar yang harus dihindari. Tiap orang tua begitu khawatir dengan coklat yang dikonsumsi anak-anaknya akan membawa dampak buruk bagi gigi mereka. Begitu pula dengan orang-orang yang begitu memperhatikan kesehatan gigi mereka. Namun, pertanyaannya sekarang, apakah benar coklat merupakan sumber makanan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan kesehatan gigi seseorang? Jawabannya adalah TIDAK.

Coklat yang selama ini diasumsikan sebagai makanan yang perlu dihindari ternyata juga punya manfaat yang baik bagi kesehatan. Kadang, sebagian dari kita selalu saja mencari kambing hitam dalam masalah-masalah tertentu, seperti halnya coklat, coklat dianggap merusak gigi, namun kandungan nutrisi dan efek coklat untuk tubuh sangatlah penting. Apakah kita harus menjauhi coklat karena ingin gigi kita sehat? kalau seperti ini bias-bisa semua makanan menjadi tidak boleh dikonsumsi.

Pada dasarnya, coklat bukanlah sumber utama penyebab kerusakan atau pun karies gigi. Sebenarnya, untuk tetap mendapatkan gigi yang sehat tidak perlu adanya larangan terhadap makanan-makanan tertentu. Semuanya, hanya tergantung pada upaya untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel di gigi. Kerusakan gigi pada umumnya disebabkan oleh sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan. Hal ini disebabkan karena sisa makanan yang menempel di gigi akan bereaksi dengan saliva, bakteri-bakteri mulut, asam, basa, enzim, kuman, dan lainnya yang ada di mulut sehingga akibat dari reaksi penguraian ini akan menyebabkan karies atau gigi berlubang serta efek bau mulut.

Proses penguraian sisa makanan di mulut ini tentu memerlukan waktu. Karena itulah, membersihkan gigi dengan cara rutin menggosok gigi adalah salah satu cara untuk memotong proses tersebut, sehingga masalah kerusakan gigi dapat teratasi dengan mudah.

Menggosok gigi baiknya dilakukan dua kali sehari. Adapun waktu yang tepat untuk menggosok gigi adalah setelah sarapan pagi (pada saat ini kita sudah memotong proses dan mengilangkan sisa makan seperti yang telah dijelaskan di atas) dan pada malam hari sebelum tidur, karena pada saat mulut tidak beraktifitas akan terjadi proses penguraian makanan atau pembusukan makanan dalam mulut yang nantinya akan menyebabkan karang gigi dan karies, jadi, sebaiknya saat mulut akan berhenti beraktifita, semua sisa makanan yang ada di mulut dan gigi tersebut dibersihkan terlebih dahulu.

Oleh karena itu, proses pembersihan gigi ini sangat menentukan kualitas kesehatan gigi seseorang. Jika setelah mengkonsumsi coklat, gigi segera dibersihkan, maka kerusakan gigi pasti akan dapat dicegah. Apalagi cokelat dengan kualitas baik seperti couverture (cokelat murni), mampu lumer dalam suhu 40 derajat Celcius. Yang terpenting adalah usaha preventif untuk kesehatan gigi

Lalu, apakah coklat yang tersebut dapat dikonsumsi dengan kuantitas tak terbatas? Atau adakah batasan kuantitas dalam mengkonsumsi coklat? Jawabannya adalah tidak ada anjuran gizi yang pasti untuk ini, namun demikian makan coklat 2-3 kali seminggu atau minum susu coklat tiap hari kiranya masih dapat diterima. Dan berbicara tentang kesehatan gigi dan coklat. Coklat adalah dapat berteman dengan gigi. Namun, cokelat akan menjadi musuh gigi jika dijadikan musuh. Intinya hanya satu hal, yaitu upaya penjagaan kebersihan gigi agar coklat tetap bisa menjadi teman gigi.


SETIA YANG BERPALING

By : Hilya

Aku mulai menyadari keberadaanku yang telah ada sejak sebelum manusia dibentuk pertama kalinya. Ada banyak faktor negosiasi atas keadaanku dan Sang Pencipta telah menetapkan bahwa aplikasi terbesarku ada pada diri manusia saat itu. Semua itu akan menjadi suatu tameng yang menjamin akan keberadaanku selamanya.

Pernah terbesit dibenakku bagaimana jika suatu saat ikrar tentang keberadaanku ternyata hanya sekedar janji palsu semata. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya. Mungkin saat ini aku telah menjadi salah satu rasa yang tertanam di hati manusia untuk mendeskripsikan siapa sebenarnya mereka. Tapi bagaimana nantinya? Sejauh ini aku merasa aman-aman saja dengan keberedaan ini. Aku merasa hadirnya aku semakin memperkuat komitmen mereka dalam menjalani kehidupannya. Alur perjalananku masih lurus dan mengalir aman. Aku merasa semakin percaya diri dengan diriku sendiri.

Sekian lama aku melangkah berani, bahkan aku telah berteman baik dengan kesombongan dan keangkuhan karena tak tergoyahkan lagi keberadaanku ini. Namun, tertanyata, ada yang salah dengan aplikasi sikapku. Berteman baik dengan kesombongan membuat aku lupa diri bahwa aku adalah rasa setia yang baik yang tentunya setiap kebaikan itu pasti akan mendapatkan cobaan. Dan aku tau bahwa ada banyak sekali bisikan lain yang menginginkan aku pergi. Sesaat aku menjadi takut. Dan kini semua terjawab sudah. Semua ketakutanku menjadi nyata. Keyakinan manusia terhadapku mulai memudar, bahkan kemudian melupakanku.

Aku mulai berfikir, apa yang sebenarnya membuat manusia tak menginginkanku lagi. Bukankah aku telah membawa bahagia dalam hidup mereka? Mungkinkah bahagia mereka telah memudar kini? Tanda tanya besar menghampiriku, aku bingung.

Tapi, ada banyak hal kurasa yang membuat manusia gundah untuk dapat mempertahankanku dalam hati mereka. Salahkah jika ternyata manusia menginginkan suatu keadaan lain yaitu suatu situasi di mana aku tidak lagi terdapat di dalamnya? Mungkin dengan berpaling dari rasa setia awal yang ada akan membuat hidup mereka semakin baik. Jika saja ini dipandang dari sudut pandangku mungkin aku akan mengatakan ini sungguh keterlaluan, tapi, aku juga tidak mau terlalu egois kepada keadaan seperti itu, manusia juga berhak untuk membuat hidupnya bervariasi. Dengan segala pertimbangan itu, aku terkadang berpikir untuk menghindar atau menghilang dari hati mereka, hingga tak lagi ada rasa setia yang akan membebani langkah mereka.

Aku merasa benar-benar dipuncak kebingungan, ini dilema besar untukku. Aku kembali teringat dengan ikrar dulu. Jika saja aku betul-betul pergi dari hati jasad-jasad itu, maka apa yang akan terjadi dengan konsekuensi ikrar itu? Jasad-jasad itu pasti akan terlihat begitu bodoh oleh ucapan ikrarnya. Begitu bodoh karena ikrar itu telah membuat aku ada dalam kehidupan mereka. Ya, seharusnya manusia tak mengundang rasa setia datang dalam ucapan ikrar mereka. Aku merasa begitu kasihan menyadari kenyataan ini. Tetapi, jika saja aku masih tetap bertahan ada dalam hati mereka, apakah aku tidak menjadi beban yang berat untuk mereka? Aku juga tidak bisa terus bertahan.

Aku pergi, kembali, akan pergi, ingin kembali, Melangkah pergi, teringat tuk kembali,aku tak bisa memutuskan pilihan pergi atau tetap. Dan kini kudapatkan keadaan manusia semakin aneh dan tak dapat dimengerti. Koordinasi pikiran dan hati pun kacau balau, semua karena aku. Semakin lama semua semakin tidak terkontrol, hingga suatu saat, sebuah keyakinan rasa berpaling mendepakku keras dan mengusirku dari hati manusia. Aku masih mencoba untuk bertahan. Namun, semua aspek hati, pikiran, dan jasad tidak lagi memihak padaku. Sepertinya aku memang harus pergi. Ya, sekarang aku tak lagi ragu, aku tidak akan memperdulikan apa yang akan terjadi pada hidup manusia saat aku tidak lagi ada. Senangkah mereka? Atau sedihkah mereka? Aku tidak mempermasalahkannya lagi, karena aku tak lagi menjadi bagian rasa hati mereka. Aku adalah rasa setia yang berpaling.


FRIENDSHIP AREA

By : Hilya

Persahabatan??? Hhmm..kayaknya ini adalah hal yang gak mungkin bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Coba deh kamu bayangkan kalau kamu hidup sendiri tanpa teman? Gak kebayang dech betapa sepinya hidup kamu. Ahli Psikolog mengatakan kalau seseorang seharusnya punya hubungan sosial pertemanan minimal dengan punya dua orang teman. Hal ini penting banget lho karena dengan berteman kita akan belajar bagaimana caranya berkoTebalmunikasi dengan baik, menambah wawasan, melatih emosi sehingga kita gak mudah stress.

Good friend is.......
Kalau ditanya nie, pastinya akan banyak sekali definisi tentang yang disebut teman baik. Misalnya saja ada yang beranggapan kalau teman yang baik itu adalah....


Orang yang pertama kali kita telepon saat kita lagi sedih
Orang yang bisa membuat kita tertawa dan semangat kembali di saat kita lagi sedih
Orang yang always membantu kita tanpa pamrih
Orang yang akan menasehati kita saat kita melakukan kesalahan, dan akan memarahi kita saat kita lagi lagi mengulang kesalahan yang sama
Orang yang tau rahasia yang paling memalukan dalam hidup kita
Orang yang mau menerima kita apa adanya
Orang yang akan selalu mengingat kita walaupun udah lama bangeeeeeet gak jumpa
Orang yang selalu menjadi motifasi dalam hal positif, akan jadi lawan yang bersaing sehat dalam pelajaran dan hal-hal positif lainnya
Bla...bla...bla...bla....bla......

Pokoknya buanyak banget dech tu definisi teman baik lainnya yang sering kita dengar,bahkan kita uraikan sendiri.
Namun yang paling penting dari semua definisi tersebut adalah ketika kita sudah bertemu dengan teman yang baik yang sesuai dengan definisi kita, maka harus dijaga baik-baik lho, karena untuk menemukan teman yang baik tersebut tidaklah mudah, perlu proses yang panjang dan penuh dengan liku-liku. Fuih...,capek dech!

Friend, Best Friend Or.....
Kebersamaan dalam persahabatan memang gak selalu berjalan datar dan sama rata, persahabatan juga melahirkan kasta-kasta persahabatan. Tiap orang punya sifat yang berbeda-beda, gak bisa disamaratakan untuk satu sifat. Makanya, kita harus tau kategori penempatan posisi tiap teman sesuai dengan kastanya masing-masing.

Kategori Teman
Ada banyak hal yang akan kita lakukan dengan teman-teman kita, hang out bareng, pulang kampus bareng,pokokny banyak dech. Mereka asyik diajak untuk menghabiskan waktu bareng, namun, mereka bukan orang pertama yang dicari saat kita sedang ada masalah dengan keluarga atau pun pacar kita.

Biasanya teman-teman kayak gini ada karena kita berada dalam lingkungan yang sama, hobi yang sama, atau pun kelompok yang sama. Mereka adalah orang-orang yang membuat hidup kita lebih berwarna. Mereka adalah orng-orang yang asyik diajak diskusi, tp tidak untuk hal yang lebih pribadi, kedekatan emosi dengan mereka juga gak terlalu banyak.

Kategori Sahabat
Sahabat adalah orang yang selalu mendukung kita dan menjadi pendorong semangat di saat kita susah dan sedih. Dia seolah menjadi bayangan kita, dech! Pertalian emosi diantara persahabatan ini memang erat banget. Namun,buakan berarti seorang sahabat harus selalu punya kegitan sama kayak kita, selalu bersama kita. Gak perlu deh, terlalu bergantung juga. Kita juga punya keinginan sendiri, gak perlu ikut-ikutan masuk klub nari Cuma karena sahabat kita masuk klub itu, padahal kita gak punya bakat di bidang tersebut. Intinya, tetap jadi diri sendiri dalam persahabatan kita karena sahabat sejati itu pada dasarnya selalu punya kecocokan hati dengan kita, Bukan karena kita berpikir kalau kita kelihatan cocok.

Teman atau Musuh???
Kalau ada seseorang yang muncul saat dia susah dan butuh bantuan kita dengan mengatasnamakan persahabatan, tapi kemudian hilang tanpa jejak dan gak ingat sama kita saat dia senang. Itu sih bukan teman namanya. Apalagi kalau dia sama sekali gak peduli saat kita sedang punya masalah. Ggrrhhh...gerem..gerem..gerem... “Teman terbaik bisa menjadi musuh terburuk”. Karena suatu masalah, persahabatan pun bisa menjadi suatu hal yang buruk dan gak enak banget.

So, guys , posisikan diri kita di kategori yang benar dan jaga baek-baek tu teman-teman dan sahabat yang sudah kita punya, lets make the friendship area.

MAU JADI PENULIS FIKSI?

Kita tak akan pernah bisa bermain kungfu bila hanya menontonnya di bioskop dan televisi. Ibaratnya sampai botak sariawan kita pelototi Jet Li atau pun Jacky Chan setiap hari, kita nggak akan bisa kungfu juga, apalagi sampai taraf mahir. Lalu bagaimana caranya? Tentu saja kita harus latihan kungfu dan agar mahir, kita harus berlatih sungguh-sungguh. Contoh yang lain, bisakah kita menjadi perenang andal tanpa pernah menyemplungkan diri hingga basah? Tentu tidak, begitu pula dengan menulis. Untuk bisa menjadi penulis, syarat utama tentu Anda harus menulis.

Banyak orang berkata: “Saya ingin jadi penulis! Sumpah!” Tetapi mereka malas membaca, malas untuk mulai menulis. Sampai kapan pun mereka tak akan jadi penulis. Padahal menulis adalah salah satu bentuk komunikasi dan refleksi kecendekiaan seseorang yang dibutuhkan dalam perkembangan orang itu sendiri dan masyarakatnya. Menurut James Peannebaker, menulis bisa menjadi terapi diri atau bahasa awamnya: menghilangkan stres! Dan menurut Abdurahman Faiz, "Menulis bisa membuatmu menolong orang lain".

Lantas adakah kiat praktis untuk menjadi penulis? Tentu saja ada! Disimak baik-baik ya!


1. Suka membaca

Membaca dan menulis mempunyai kaitan yang erat sekali. Untuk bisa menulis dibutuhkan wawasan yang memadai. Wawasan kita akan berkembang terutama bila kita banyak membaca. Muhammad Iqbal pernah menganjurkan kepada pemuda-pemudi Pakistan, agar dalam seminggu minimal mereka membaca lima buku. Bukan hanya membaca buku yang mereka minati atau sesuai dengan bidang yang mereka tekuni, tetapi juga membaca buku lain-- di luar minat dan bidang mereka. Ini belum termasuk koran dan majalah lho! Tak ada ruginya pula menyempatkan waktu membaca karya para pengarang ternama serta mempelajari apa kelebihan buku ciptaan mereka.

Oya, membaca yang kami maksud di sini juga berarti membaca apa saja, bukan terbatas pada buku. Bacalah diri, lingkungan, masyarakat, semesta, ini akan sangat membantu Sobat menjadi penulis yang peka.

2. Mencintai bahasa

Kita tak akan bisa lepas dari bahasa sepanjang hari, selama hidup kita. Bukan itu saja, kerap kali kadar intelektual seseorang diukur pula dari cara ia menggunakan bahasa. Jadi mengapa kita tak mencoba untuk senantiasa mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik? Bahkan tahukah anda, ternyata menyenangkan juga membuka-buka KUBI (Kamus Umum Bahasa Indonesia). Di sana masih banyak kata yang jarang digunakan, padahal cukup indah dan bisa kita pakai untuk tulisan kita.

3. Menulis catatan harian

Mempunyai catatan harian dan menuliskan apa yang kita pikirkan, kita rasakan atau kita alami setiap hari di dalamnya menjadi latihan yang efektif bagi mereka yang ingin menjadi penulis. Bukan itu saja, siapa tahu kelak anda menjadi orang terkenal dan catatan harian anda dibukukan seperti Anne Frank! Sekarang bahkan anda bisa menulis catatan harian anda di blog, multiply, dan website pribadi Sobat. Mengapa tak memulainya?

4. Korespondensi

Sama dengan catatan harian, korespondensi juga menjadi latihan yang baik dan efektif. Kita akan terbiasa bercerita atau menuliskan gagasan yang mungkin akan didukung atau dibantah oleh ‘sahabat pena’ kita. Mau tidak mau hal tersebut membuat kita terpacu untuk lebih meningkatkan wawasan agar nyambung dengannya. Nah, kalau merasa menulis surat via pos sekarang sudah tidak masanya, kita tetap bisa mengembangkan korespondensi ini melalui surat elektronik (e-mail). O ya, satu hal. Dulu saya selalu bertanya-tanya, mengapa Kartini begitu berarti bagi negeri ini, hingga hari kelahirannya diperingati setiap 21 April? Apa yang membuat dia lebih istimewa dari Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Rasuna Said, atau Christina Martha Tiahahu? Apakah karena peran Kartini bagi pendidikan dan kebangkitan perempuan Indonesia? Nama-nama yang disebut barusan juga tak kalah hebat. Lalu apa dong sebabnya? Baru kemudian kami tahu, salah satunya pasti karena Kartini menuliskan pikiran dan perjuangannya! Sedang pahlawan perempuan yang kami kagumi dan sebut namanya tadi, tidak. Meski hanya bermaksud korespondensi, akhirnya surat-surat Kartini bisa terbit dalam bentuk buku.

5. Latihan deskripsi dan imajinasi

Cobalah deskripsikan kamar Sobat secara detil melalui tulisan. Mudahkah? Latihlah terus kemahiran itu dengan mencoba “melukiskan” ruangan, alam terbuka, orang, benda-benda sekitar dan lain sebagainya. Lalu kembangkan imajinasi Sobat. Saat di pagi hari anda melihat seorang nenek tua menatap anda dari balik jendela rumahnya, anda bisa mulai bertanya-tanya dan menerka banyak kemungkinan. Siapa dia? Apa yang dia inginkan dari Sobat? Bahagiakah hidupnya? Apa ia punya rahasia masa lalu yang tragis? Kalau Sobat tulis, pertanyaan-pertanyaan itu akan menjelma jalinan cerpen atau novel deh!

6. Hobi meneliti dan berdiskusi

Menulis bukan melulu persoalan ketrampilan berbahasa. Tulisan bisa menjadi lebih berkualitas dengan penelitian. Penelitian sering membuat tulisan kita lebih ‘kaya,’ unik dan cerdas. Begitu pula dengan diskusi. Seringkali kita temukan hal-hal baru usai kita berdiskusi dengan seseorang. Kita pun bisa berlatih untuk mencoba menuliskan kembali apa saja yang kita diskusikan dengan teman kita, misalnya. Dan tiba-tiba, seperti habis membaca banyak buku, kita akan merasa semakin ‘kaya.’


7. Publikasikan karya Sobat!

Banyak orang merasa malu dan ragu mempublikasikan karya mereka di media massa dengan alasan baru pemula atau takut karyanya dikritik sebagai karya yang tak bermutu. Akhirnya karya-karya tersebut hanya ditumpuk dalam laci atau disimpan dalam folder entah sampai kapan. Cobalah untuk lebih pede mengirimkannya, tapi tetap dengan mental yang siap bila karya itu tak dimuat. Kadang kita selalu merasa karya yang kita tulis itu buruk, amit-amit lah pokoknya. Tapi bisa jadi pembaca justru merasa sebaliknya. Boleh juga kita minta beberapa teman dekat yang senang mengapresiasi untuk membaca karya tersebut sebelum kita kirimkan--- kalau memang belum terlalu pede untuk langsung mengirimkan setelah kita menuliskannya. Nah agar bisa cepat menerbitkan buku, salah satu caranya adalah dengan meminta semacam kata pengantar dari penulis atau pengamat sastra terkemuka, misalnya. Atau paling tidak meminta semacam endorsmen (komentar di belakang buku). Penerbit yang kita tuju pun menjadi lebih yakin pada kita.


Demikian beberapa kiat yang perlu kita coba untuk bisa menjadi penulis yang baik. Tak perlu terlalu resah dengan kata ‘bakat’. Bila Sobat merasa tak berbakat, anda tetap bisa menjadi penulis hebat, asal punya tekad dan terus latihan. Mochtar Lubis bilang, hanya diperlukan 10% bakat dan 90 % tekad serta latihan untuk menjadi penulis yang sukses. Jadi, selamat menulis ya :)




Tips Menambah Kemampuan Menulis

Ada beberapa cara untuk bisa menambah skill writing Sobat agar bisa menjadi great writer, terutama bagi Sobat yang suka menulis, termasuk novel, cerpen, makalah, atau artikel apapun. Ketika Sobat menemukan bahwa tujuan utama hanya untuk kesenangan atau mungkin bercita-cita untuk menjadi columnist koran besar, dapat mempertimbangkan tips berikut ini.

Banyak membaca.
Sobat dapat memulai untuk menulis dengan baik adalah dengan membaca dengan baik pula. Benamkan diri Sobat ke dalam novel, puisi, atau artikel yang Sobat baca. Membaca adalah langkah penting dalam proses menulis karena tidak hanya memberikan ide baru mengenai hal yang akan ditulis, namun juga memberikan banyak vocabulary baru untuk memperkaya tulisan Sobat.


Ikut dalam grup tulis-menulis.
Grup yang dimaksud seperti komunitas menulis yang ada di sekitar Sobat atau group di internet. Jika Sobat memiliki batasan penulisan, maka bebaskan pikiran Sobat dan biarkan semua kata mengalir sendiri. Dengan begitu, Sobat dapat berkomunikasi dengan penulis lain seperti Sobat, seperti menanyakan saran atau ide ketika Sobat sedang buntu atau tips yang digunakan untuk menulis dengan baik, atau berbicara dengan penulis lain.

Hanya menulis.
Tidak peduli apapun itu, atau apakah itu jauh di atas logika, cobalah untuk tetap menulis. Jika Sobat merasa buntu, istirahatlah sebentar, dan kembalilah setelah beberapa jam atau bahkan beberapa hari berikutnya. Dengan begitu, Sobat akan memiliki ide-ide baru dan Sobat dapat menambahkannya di tulisan Sobat, setelah beristirahat sejenak.

Pikiran fokus di satu tempat.
Jagalah ide Sobat dan jangan campur adukkan ide secara bersamaan. Hal ini dapat membuat pembaca bingung jika Sobat melompat dari satu topic ke topic lain tanpa adanya penjelasan diantaranya. Pastikan ide Sobat masih dapat dikembangkan, dan jangan melompat terlalu jauh dari topik utama. Jika Sobat mulai menyimpang dari topik utama, maka pastikan Sobat dapat membawa isi kembali ke topik utama di bagian akhirnya. Buatlah beberapa alasan mengapa topik utama diletakkan di bagian awal.

Sediakan waktu untuk menulis.
Jika Sobat sangat sibuk untuk mendedikasikan diri Sobat untuk menulis, maka Sobat dapat berimprovisasi untuk menyediakan waktu sepuluh menit saja per hari. Banyak latihan membuat kesempurnaan, dan tanpa latihan, maka tulisan Sobat akan tampak monoton. Setting diri Sobat untuk berada dalam ketenangan, kenyamanan, dan biarkan kata-kata mengalir dalam pikiran Sobat. Makin banyak Sobat menulis, maka semakin mudah untuk terus berpikir mengembangkan pembuka dan penutup tulisan yang menarik.

Cek spelling dan grammar yang error.
Walaupun terkesan sepele, namun usahakan untui membuat kesan yang baik dalam tulisan. Jika Sobat ingin menunjukkan tulisan Sobat kepada orang lain, dan tampak banyak kesalahan ejaan di sana sini, maka tidak ada seorang pun yang dapat berkonsentrasi untuk membaca content tulisan Sobat, dan justru mereka akan menjadi bingung. Untuk alasan ini, maka pastikan ejaan tulisan Sobat sesempurna mungkin.

Percaya diri.
Percayalah kepada kemampuan dan apa yang Sobat tulis, dan jangan takut bila suatu ketika diminta untuk mempresentasikannya atau naik ke level yang lebih tinggi. Pada intinya, banyak latihan dan membaca, maka akan membuat Anda percaya diri ketika membuat tulisan, apapun bentuknya.

Sobat, banyak di antara kita merasa kesulitan untuk menulis. Pada hal menulis adalah hidup itu sendiri. Sebab menulis bisa memberi kita tempat untuk menyimpan dan menikmati suatu kenangan, pengetahuan, pemikiran, keinginan, perasaan, tujuan dan harapan-harapan. Dengan demikian, menulis membantu menemukan siapa diri kita, kenapa kita ada di muka bumi ini? Apa yang hendak kita perbuat dan tujuan apa yang hendak kita capai, kemana kita akan pergi? Dengan menulis dapat memberi kita harapan, membantu kita bermimpi luas dan dalam, serta membuat kita mengetahui bagaimana cara mendapatkannya. Dengan begitu, kita akan menjadi punya arti dan tujuan dalam hidup ini, karena dengan menulis bisa membuat hidup terasa lebih hidup.
Sekarang bagaimana agar menjadi penulis yang handal? Ada lima tahap yang mesti dan harus dilakukan dengan komitmen yang tinggi. Tanpa komitmen dan keseriusan melakukan 5 tahapan ini, mustahil akan menjadi penulis yang handal. Pertama, latihan, kedua, latihan, ketiga, latihan, keempat, latihan, dan kelima, latihan. Lho! Kok bisa, Ya bisalah. Bisa karena biasa! Artinya Sobat, setiap saat kita harus selalu melatih diri hingga tulisan yang kita buat sungguh-sungguh sempurna. Menulis itu seperti naik sepeda atau berenang kalau kita tidak pernah berlatih maka juga tidak akan pernah bisa naik sepeda kalau takut jatuh dan enggan berlatih untuk menaikinya. Tidak akan pernah bisa berenang kalau takut dengan air. Oleh karena itu, agar kita menjadi penulis yang handal teruslah berlatih, berlatih, dan terus berlatih hingga kita terbiasa dan mahir melakukannya.
Sobat, menulis adalah mengikat gagasan dan gagasan itu muncul ibarat petir yang melesat dengan cepat. Gagasan adalah sebuah interaksi tentang apa yang berhasil ditangkap oleh pikiran. Jika berhasil menangkap gagasan tersebut, kita bisa menuangkan dalam bentuk verbal, baik secara tulisan, maupun lisan. Nah, to the point deh, berikut beberapa kiat atau langkah-langkah apa yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan gagasan tersebut menjadi bahasa tulis.

1. Mengenali datangnya gagasan.
Ide atau gagasan yang tersusun dalam pikiran dapat muncul di mana saja dan dipicu oleh apa saja dan berlangsung secara spontan, sangat cepat atau kadang tak terduga datangnya. Segeralah Sobat menulis langsung di depan computer atau langsung menulis di atas secarik kertas atau ke mana-mana bawa buku agenda, setiap ada inspirasi muncul segera ditulis.

2. Menggali ide.
Dengan melakukan observasi, melakukan perjalanan, bertemu dengan beberapa orang, melakukan wawancara, dan mungkin sedikit investigasi. Observasi itu diartikan merekam apa yang anda lihat dan rasakan. Dari perjalanan tersebut, mungkin kita tidak hanya menemukan gagasan saja, tapi sekaligus juga pelajaran hidup yang lebih berharga.

3. Sumber Bacaan.
Ibarat bahan bakar, membaca merupakan sarana utama untuk lebih memotivasi diri dalam menulis. Tumbuhkan terus minat baca! Mulailah membaca dari hal yang sederhana atau hal-hal yang Sobat sukai. Tak jarang akhirnya akan muncul gagasan yang brilian. Bahan bacaan tidak selamanya dalam bentuk buku, sebuah koran di pagi hari atau majalah dan jenis bacaan lainnya juga bisa menjadi sumber inspirasi.

4. Mengembangkan Kebiasaan.
Jadikan membaca menjadi ritme kebiasaan Sobat sekalian. Setelah itu, jadikanlah menulis sebagai kebiasaan pula. Smith (1988) mengemukakan bahwa, kita menulis, setidaknya, karena dua alasan. Pertama, menulis untuk berkomunikasi dengan orang lain. Namun yang lebih penting, Sobat menulis untuk diri Sobat sendiri untuk memperjelas dan merangsang pikiran, serta mengungkapkan semua gagasan yang ada dalam pikiran Sobat sekalian.

5. Menulis dari mana saja.
Mulailah menulis dari mana saja, sesuai dengan minatmu. Terkadang, tidak ada salahnya juga Sobat gunakan Prinsip Jurnalistik 5W + 1H. Misalnya, saat Sobat menulis cerita fiksi tentang semua yang Sobat alami, Sobat lihat, dan Sobat rasakan dapat Sobat tumpahkan dalam tulisan.

Semoga beberapa hal di atas bisa menjadi stimulus untuk segera menulis atau menangkap sebuah gagasan. Sobat, perlu kita ingat selalu berlatih dan berlatih serta tidak bosan untuk melakukan perbaikan terus-menerus. Jadikan juga kebiasaan untuk mendokumentasikan data atau bahan-bahan penulisan. Jangan lupa, jika sudah jadi , publikasikan tulisan Sobat agar bisa dibaca dan menginspirasi banyak orang, bisa melalui blog Sobat, newsletter, majalah, tabloid, atau surat kabar. Bergabunglah dengan komunitas sesuai minat Sobat agar semangat Sobat untuk menulis terjaga. Baca, baca, baca, dan simpanlah apa yang Sobat baca itu. Menulis, menulis, dan menulislah apa saja yang menjadi minat Sobat guna menjadi inspirasi mulia bagi sesama. Bergabunglah dengan masyarakat pecinta buku atau klub-klub menulis yang ada di sekitar Sobat!

BIODATA ANGGOTA KOTA

Nama : Novi Reandy Sasmita
Nick Name : Rian
Nama Pena : Rian
Studi : Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala
Email : sayang_mama123@yahoo.com/
Fs : novy_reand@yahoo.co.id
Blog : http://rianprestasi.blogspot.com
Spesifikasi : Non fiksi (KTI, Essay, Opini, Jurnal Ilmiah)
Jabatan : Koordinator Klub

Track Recor :

  1. Peserta lomba karya tulis mahasiswa tahun 2009 se-Nanggroe Aceh Darussalam yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Banda Aceh dengan tema "Implementasi Polmas dan HAM Dengan Pendekatan Budaya Aceh" dengan judul karya tulis "Peranserta Mahasiswa Dalam Penerapan Polmas di NAD Sebagai Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi".
  2. Finalis Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) Tingkat Nasional tahun 2006 yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta dengan judul penelitian "Budaya Malu Dalam Keluarga Masyarakat Aceh Barat".
  3. Peserta Lomba Karya Tulis SMA se-Indonesia tahun 2006 yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dalam rangka "Symposium of National Education : Ideas for Better Education" dengan judul karya tulis "Sistem Evaluasi Akhir Pendidikan Menengah Atas di Indonesia".
  4. Organizing Committee of International Conference on Mathematics, Statistics, and Applications(ICMSA), Juni 2008 yang diselenggarakan oleh IMT-GT (Indonesia, Malaysia, and Thailand- Growth Three) di Hermes Palace Hotel.
  5. Peserta Lomba Essai Tingkat Nasional tahun 2008 dalam rangka merayakan kemenangan Revolusi Islam yang ke-29 dan Hari Nasional Iran, yang diselenggarakan berkat kerja sama Kedutaan Besar Republik Islam Iran bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional RI.
  6. Finalis Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa (KPKM) tingkat Nasional tahun 2008 bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) yang diselenggarakan oleh Direktur Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional dengan tema "Membangun Identitas Bangsa" di surabaya dengan judul karya tulis "Partai Politik Lokal Dalam Perspektif Politik".
  7. Finalis Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa bidang Lingkungan Hidup (KKTM-LH) tingkat nasional tahun 2008 bidang Lingkungan Sosial dan Budaya Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh Direktur Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional dengan tema "Pembangunan Berkelanjutan Dalam Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Menurut Perspektif Mahasiswa" di Surabaya dengan judul karya tulis "Dampak Konversi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Menjadi Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Serta Upaya Penegakan Hukum".
  8. Peserta Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa bidang Lingkungan Hidup (KKTM-LH) Tingkat Nasional tahun 2008 bidang Biotis yang diselenggarakan oleh Direktur Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional dengan tema "Pembangunan Berkelanjutan Dalam Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Menurut Perspektif Mahasiswa" dengan judul karya tulis "Metode Pendekatan Parsitipatif Pada Rehabilitasi Hutan Pantai Pasca Tsunami Wilayah Pesisir Aceh".


Nama : Vera Halfiani
Nickname : Vera
Nama Pena : Dream Chaser
Studi : Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala
Email : verahalfiani@yahoo.com
Blog : http://smiling-sky.blogspot.com
Motto : fight till the very end
Spesifikasi : Non fiksi(resensi, feature, ekposisi)
Jabatan : Koordinator Naskah

Track Recor :
1. Finalis Lomba Karya Tulis yang diselenggarakan oleh PT Kapal Nusantara tahun 2006 tingkat Prov. NAD.
2. Juara I Olimpiade Astronomi Tingkat Kota Madya Banda Aceh tahun 2006.
3. Peserta Olimpiade Matematika tingkat Nasional tahun 2008 diselenggarakan oleh Dikti dilangsungkan di USU.
4. Organizing Committee of International Conference on Mathematics, Statistics, and Applications(ICMSA), Juni 2008 yang diselenggarakan oleh IMT-GT (Indonesia, Malaysia, and Thailand-Growth Three) di Hermes Palace Hotel.
5. Peserta International Workshop on Science di Fukui-Jepang tahun 2008 diselenggarakan oleh University of Fukui dan JASSO.

Nama : Khairun Amala
Nickname : Yuyun
Nama Pena : Yuyun
Studi : Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala
Email : kaila_mirsa@yahoo.com
sakura.yuchan@gmail.com
Friendster/YM : kaila_mirsa@yahoo.com
Blog : http://londaraaceh.blogspot.com
Motto : Menulislah hingga "KEMALASAN" malas membuatmu untuk menulis
Spesifikasi : Non fiksi(Karya Tulis Ilmiah (KTI), Laporan Berita, Opini)
Jabatan : Koordinator Blog

Track Recor :
1. Juara I Lomba Cerdas Cermat se-Kabupaten Bireuen tahun 2006 dalam rangka Porseni.
2. Juara III CC Fisika se-Kab. Bireuen tahun 2006 yang diselenggarakan Universitas Al-Muslim Peusangan, Bireuen.
3. Juara III CC Biologi se-Kab. Bireuen tahun 2007 yang diselenggarakan Universitas Al-Muslim Peusangan, Bireuen.
4. Organizing Committee of International Conference on Mathematics, Statistics, and Applications(ICMSA), Juni 2008 yang diselenggarakan oleh IMT-GT (Indonesia, Malaysia, and Thailand-Growth Three) di Hermes Palace Hotel.
5. Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah se-NAD tahun 2009 yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry bekerja sama dengan Polda dan IOM dalam rangka "Pengenalan Polmas dan HAM Pada Perguruan Tinggi se-NAD dan HUT Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry ke-40" dengan judul karya tulis "Pengimplementasian Polmas Melalui Pemantapan Kinerja Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Dengan Integrasi Ke Dalam Tuha Peuet".
6. Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah se-NAD tahun 2009 yang diselenggarakan oleh Yayasan Sosial Sheikh bin Mohammad Al-Thani cabang Indonesia yang bertemakan "Hijab Wanita Muslimah", dengan judul karya tulis "Kesadaran Penggunaan Hijab di Kalangan Kaum Wanita Zaman Sekarang".


Nama : Hilya
Nick Name : Lya or Ya
Nama Pena : Denta Pooh
Studi : Fakultas Kedokteran (Prodi Kedokteran Gigi) USK
Email/Fs : lyra_rilya@yahoo.co.id
Blog : -
Spesifikasi : Non fiksi (Opini), but especially fiksi.
Jabatan : Koordinator Keuangan
Track Recor :



Nama : Wafda
Nick Name : Wafda
Nama Pena : Wafda
Studi : Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala
Email : sweet_87nurhaliza@yahoo.com
Fs : wafda.wfd17@gmail.com
Blog : -
Spesifikasi : Fiksi (Cerpen)
Jabatan : Humas
Track Recor :


Nama : Raudhatul jannah
Nick Name : Raudhah/ oya
Nama Pena : El-Jane
Studi : Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala
Email : paradisepark@rocketmail.com
Fs : oya_park@yahoo.co.id
Blog : -
Spesifikasi : Fiksi (Cerpen)
Track Recor :
1.