Diberitahukan kepada seluruh alumni pelatihan KTI yang diselenggarakan oleh KOTA dan semua mahasiswa/i yang ingin bergabung dengan KOTA, KOTA membuka peluang bagi kalian yang ingin berubah menjadi lebih baik. Namun, ada persyaratan yang harus kalian penuhi jika kalian benar-benar ingin join dengan KOTA. Berikut persyaratannya:
1. Membuat sebuah tulisan dengan tema Teknologi (jenis tulisan terserah, bisa cerpen, opini, essay, dll) kecuali puisi dan pantun.
2. Panjang tulisan tidak ditentukan.
3. Tulisan ditulis dengan font Times New Roman, 12 pt, margin 4 (atas & kiri) 3(kanan & bawah).
4. Bersedia membayar iuran KOTA sebesar Rp 2.000,00 /minggu (seandainya lulus) dan memiliki komitmen tinggi.
5. Menyertakan biodata diri dengan format sebagai berikut.
Nama :
Tempat/tgl lahir :
Fak/Jur/Angk :
No. Hp :
6. Tulisan dikirim ke email KOTA di tintaaceh@gmail.com (khusus tulisan diketik di word dan diattach(dilampirkan), jangan dicopy paste).
7. Tulisan diterima paling lambat tanggal 23 Agustus 2009 pukul 00.00. Pengumuman calon anggota baru yang lolos tanggal 1 September 2009, akan dihubungi ke nomor Hp yang bersangkutan oleh Humas KOTA.
Gimana??? Berminat kan? Silahkan buktikan tulisan kalian berhak membuat kalian ada di KOTA karena sekaranglah "saatnya pena Aceh bicara."
20 Desember 2008
Bila mendengar kata video game, yang langsung terbesit di benak orang tua adalah rasa kekhawatiran akan dampak buruk dari video game itu terhadap anak-anak mereka yang suka bermain video game. Kebanyakan orang tua akan langsung berpikir bahwa video game membuat anak menjadi malas belajar dan baca buku, memiliki sifat individualis atau suka menyendiri, jadi lupa waktu, bahkan menyebabkan timbulnya sifat agresif atau kekerasan pada anak. Pokoknya yang terpikir adalah sisi negatif dari video game tersebut.
Kalau dulu orang tua bisa berkata begitu, sekarang sudah tidak jamannya lagi. Faktanya sekarang, video game juga membawa dampak yang positif bagi para playernya. Dan sekarang, beberapa sekolah di luar negri sana, sudah ada yang menggunakan video game sebagai media edukasi.
Menurut James Paul Gee, dosen di University of Wisconsin – Madison, Amrik, sebagian besar yang dituduhkan pada video game tidaklah benar. “Game juga ada manfaatnya, kok”, ujar penulis buku What Video Game Have to teach Us About Learning and Literacy ini. Jumlah peneliti yang setuju dengan Gee pun makin bertambah. Jika digunakan dengan benar, video game dan game komputer berpotensi sebagai sarana untuk belajar.
Beberapa jenis game, diteliti juga memiliki nilai-nilai edukasi. Misalnya, game simulasi dan petualangan seperti Sim City dapat membantu mengembangkan pemikiran strategis dan skill merancang pada anak-anak. Selain itu, para guru dan ortu juga juga berpendapat, game-game dapat meningkatkan kemampuan anak-anak dalam matematika, membaca, dan mengeja.
Para peneliti di Teachers Investigating Educational Multimedia,Inggris, menemukan, mereka yang main game komputer tertentu membuat otak pemainnya kian andal. Setelah meneliti lebih dari 700 sukarelawan usia 7 hingga 16 tahun, terbukti kemampuan logika, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan memecahkan persoalan meningkat. Riset juga membuktikan bahwa game mampu mengembangkan pola pikir strategis pada anak. Hasil lainnya, terungkap bahwa anak-anak pada usia tersebut lebih suka main game berdua atau rame-rame daripada main sendirian. So, siapa bilang gamer itu individualis?
Beberapa peneliti dari University of Rochester, New York, Amrik, juga melakukan riset. Dalam riset ini, gamer berusia antara 18 – 23 tahun dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama memainkan game Medal of Honor satu jam tiap hari selama sepuluh hari betrurut-turut. Hasil penelitian menyatakan bahwa mereka lebih memiliki fokus terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka, dibandingkan mereka yang jarang main game apalagi tidak pernah (kelompok kedua). Gamer-gamer itu juga mampu menguasai beberapa hal dalam waktu yang sama.
Selain itu, bermain game dapat membuat orang tertarik pada hal-hal baru. Banyak game yang dibuat berdasarkan sejarah-sejarah atau mitology yang ada di dunia. Misalnya saja, geme keluaran Koei, yaitu Samurai Warrior yang diangkat dari sejarah jepang dan Kingdom Warrior yang didasarka pada sejarah Cina kuno. Paling tidak, kita jadi tau tokoh-tokoh yang muncul dalam sejarah dan kejadian yang terjadi pada masa itu. Hal ini bisa manimbulkan rasa ingin tahu lebih banyak tentang sejarah-sejarah tersebut.
Game sekarang juga banyak yang based on movie, yang mana movie tersebut juga diangkat dari cerita di dalam buku atau novel terkenal, seperti Harry Potter, ataupun The Da Vinci Code. Nah, untuk orang tua, bisa saja mengajak anaknya yang suka main game sejenis ini untuk pergi ke toko buku melihat-lihat buku-buku yang dijadikan game-game tersebut. Anak-anak bisa jadi lebih tertarik untuk membaca buku.
Game-game sekarang semakin kreatif saja, genre-nya pun bervariasi. Kita bisa memilih game sesuai dengan genre yang kita sukai. Setiap game memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Ada game yang ber-genre adventure atau rpg(role playing game) yang biasanya menyajikan suatu storyline yang bisa jadi pengalaman baru bagi para gamer. Juga ada game sejenis Brain Age yang bisa melatih kemampuan otak kiri dan kanan kita setiap hari. Game-game action yang biasanya mengharuskan gamer memiliki respon yang cepat untuk menjalankan aksi-aksi di dalam game.
Game keluaran luar negeri yang sampai ke Indonesia biasanya masih dalam versi bahasa asingnya, misalnya game masih disajikan dalam versi bahasa jepang ataupun bahasa Inggris. Nah, sebenarnya hal ini merupakan suatu keberuntungan bagi gamer Indonesia. Game bisa jadi media yang asyik buat belajar bahasa Inggris. Bahasa Inggris yang digunakan di dalam sebuah video game juga bervariasi. Ada tipe bahasa Inggris yang formal dan puitis, seperti pada game trilogi Xenosaga. Ada juga yang menggunakan bahasa Inggris type friend style. Jadi, kosakata bahasa Inggris kita bisa jadi lebih kaya. Bagi yang ingin meningkatkan kemampuan dalam membaca huruf-huruf Jepang(Kanji, hiragana, ataupun katakana), ada juga tuh game yang masih dalam versi Jepang-nya. Nah, bertambah satu lagi kebaikan dari video game.
Setelah melihat semua fakta kebaikan video game diatas, namun tidak bisa kita pungkiri bahwa game juga memiliki sisi negatif. Juga ada game yang mengandung kekerasan dan pornografi di dalamnya. Game semacam ini memang tidak layak untuk dimainkan khususnya anak-anak. Oleh karena itu, para gamer haruslah berhati-hati dalam memilih suatu game yang akan dimainkan. Pilihlah game yang memiliki rating sesuai dengan usia kita. Dan di sinilah diperlukan peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya dalam memilih video game.
Game juga tidak baik jika dimainkan secara berlebihan. Apapun yang dilakukan secara berlebihan tentunya akan membawa dampak yang tidak baik. So, buat para gamer, jangan overdosis dalam bermain game. Dan bagi ortu-ortu yang sangat memperhatikan perkembangan anaknya, jangan langsung melarang anaknya bermain game. Ayo dong gabung sama anaknya bermain game, bisa tambah kekompakan sambil terus mengawasi perkembangan anaknya.
Kebaikan-kebaikan videogame yang sekarang telah terbukti, memang menjadi kabar gembira buat para pecinta video game. Namun bukan berarti main video game lebih baik dari pada belajar dan mengerjakan pr. Intinya kita jangan sampai lupa waktu dalam bermain game. Kita juga harus membedakan antara dunia maya dan dunia nyata. Dewasalah dalam bermain game. Sebenarnya, manfaat dari video game tergantung dari gamer-nya sendiri dalam mengambil manfaat dari video game tersebut.
Resentator : Vera Halfiani
23 November 2008
1. Identitas Buku:
Judul Buku : Sang Alkemis
Pengarang : Paolo Coelho
Judul asli : O Alquimista
Jumlah halaman : 216 halaman
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2005
Kota terbit : Jakarta
Harga buku : Rp. 27.000,-
2. Sinopsis
Seorang anak laki-laki bernama Santiago sedang duduk bersama domba-dombanya. Malam itu, ia memutuskan untuk menginap di sebuah gereja terbengkalai. Atap gereja itu sudah runtuh dan sebatang pohon sycamore yang sangat besar tumbuh di tempat sakristi pernah berdiri. Anak laki-laki itu sudah dua kali memimpikan hal yang sama. Ia bermimpi ada seorang anak yang memindahkannya ke piramida-piramida di Mesir dan mengatakan bahwa ia akan menemukan harta karun. Tapi anak kecil itu tidak mengatakan di mana letak harta karun itu.
Penasaran akan mimpinya itu, anak laki-laki itu menemui seorang perempuan gipsi peramal untuk mananyakan arti dari mimpinya. Perempuan gipsi itu mengatakan bahwa anak itu harus pergi ke piramida-piramida itu untuk menemukan hartanya. Perempuan gipsi itu tak memberikan petunjuk apa pun. Kemudian anak itu bertemu dengan seorang pria tua yang mengaku sebagai raja Salem yang mengatakan bahwa ia bisa memberi petunjuk tentang harta karun itu, asalkan anak itu mau memberikan sepersepuluh dari domba-dombanya. Lalu, orang tua itu mengajarkan agar anak itu bisa membaca pertanda-pertanda dan memberikan batu Urim dan Tumim untuk membantu anak itu mengambil keputusan. Akhirnya Santiago menjual dombanya yang tersisa, dan memulai perjalanan mimpinya.
Santiago memulai perjalanannya menuju Afrika dan sampailah ia pada kota bernama Tangier. Tapi sungguh tidak beruntung, ia ditipu dikota itu sehingga semua uangnya hilang kecuali batu Urim dan Tumim. Kemudian ia bertemu dengan seorang pedagang yang menjual gelas-gelas kristal, dan ia bekerja pada pedagang itu.
Setahun ia bekerja di toko kristal dan sudah memiliki cukup uang, ia teringat kembali akan mimpinya dan memutuskan untuk memulai kembali perjalanannya menuju piramida-piramida itu. Ia harus melewati gurun Sahara dan bergabung dengan rombongan karavan yang menuju Oasis Al-Fayoum. Di dalam rombongan itu ia bertemu dengan seorang berkebangsaan Inggris yang berkeinginan untuk menemui seorang Alkemis yang telah berhasil menemukan Karya Agung yang dituliskan di Lempeng Zamrud berupa Ramuan Kehidupan dan Batu Filsuf di oasis itu.
Di Al-Fayoum, Santiago bertemu dengan cinta sejatinya, Fatima, gadis gurun yang setia menanti akan kepulangannya. Di oasis itu pula ia bertemu dengan sang alkemis yang menuntunnya menemukan harta karunnya. Alkemis itu membuat Santiago mengerti banyak hal. Anak laki-lak itu telah memahami jiwa dunia, bahasa universal, dan keagungan Tuhan, serta pentingnya membaca pertanda-pertanda dan endengarkan suara hati.
Anak laki-laki itu melanjutkan perjalanannya menuju piramida-piramida Mesir bersama dengan sang alkemis. Ia berpisah dengan alkemis itu di sebuah biara coptic. Dan tak jauh lagi anak itu akan sampai di piramida-piramida itu.
Sesampainya di mesir, ia melihat piramida-piramida yang sangat indah, tapi tak menemukan harta karunnya. Ketika ia sedang menggali pasir mencari harta karunnya, segerombolan orang datang dan merampas barang-barang mili anak itu. Santiago diam saja dan ia dipukuli oleh gerombolan itu. Akhirnya Santiago menceritakan tentang harta karunnya. Segerombolan orang itu tertawa. Pemimpinya mengatakan bahwa ia juga pernah mendapat mimpi berulang di tempat ini. Di dalam mimpinya, ia disuruh pergi ke padang-padang Spanyol, mencari sebuah gereja terbengkalai tempat para gembala dan domba-dombanya tidur. Kalau ia menggali akar-akar pohon sycamore yang tumbuh di antara puing-puing sakriati, ia akan menemukan harta karun.
Kemudian gerombolan itu meninggalkan anak laki-laki itu. Sedangkan si anak laki-laki tertawa, seban ia sudah tau di mana harta karunnya berada.
3. Usur-unsur Intrinsik
Tema : Perjalanan Takdir dan Kehidupan
Amanat :
Di dalam cerita tersirat makna bahwa kita harusnya mengikuti kata hati kita, karena hati adalah harta karun yang akan menuntun kita. Dan kebahagiaan sebenarnya adalah menikmati keindahan di sekitar kita tanpa melupakan hal-hal penting dalam hidup kita. Di dalam hidup kita harus meraih mimpi kita dan jangan pernah menyerah untuk itu.
Alur : alur maju
Latar : cerita terjadi di Andalusia (Spanyol), Tangier (Afrika), Gurun Sahara, Oasis Al-Fayoum, Mesir.
Tokoh dan penokohan:
• Santiago
Anak laki-laki penggembala domba ini memiliki sifat antusias terhadap mimpi yang dialaminya. Ia juga seorang pemberani yang dibuktikan dengan kesediaannya menempuh perjalanan panjang antar benua untuk membuktikan mimpinya.
• Sang Alkemis
Tokoh yang menjadi guru bagi Santiago ini memiliki watak yang bijak. Ia menjadi orang yang serba tahu akan apa yang akan terjadi. Ia seolah telah tau bahwa ia akan bertemu dengan Santiago dan akan membimbingnya dalam mencapai mimpi.
• Fatima
Gadis yang ditemui oleh Santiago di Oasis Al-Fayoum dalam perjalanannya ke Mesir ini adalah gadis yang sabar. Ia juga setia dan bersedia menunggu Santiago kembali menemuinya setelah Santiago berhasil mencapai mmpinya.
• Melkisedek
Melkisedek adalah orang tua yang mengaku sebagai Raja Salem, yang secara tidak langsung menyuruh Santiago untuk mengikuti mimpinya. Orang tua ini muncul dan menghilang secara tiba-tiba, tetapi sebenarnya ia adalah orang tua yang bijak dan berwibawa.
• Pemilik toko kristal
Orang baik hati yang yang telah membantu Santiago ketika seluruh uang yang dimiliki Santiago dicuri. Hidupnya agak monoton, tetapi ia banyak mengajarkan kebijakkan hidup pada Santiago.
Sudut pandang : Pengarang sebagai orang ketiga pelaku di luar cerita
4. Tujuan pengarang
Pengarang cerita ini ingin menyampaikan pada pembaca bahwa setiap manusia memiliki cerita hidupnya masing-masing, dan manusia itu sendirilah yang memilih dan menentukan nasib kehidupannya. Hati manusia adalah harta karun manusia itu sendiri dan hidup sebenarnya harus dinikmati selagi kita menjalani proses dalam pencarian dan pencapaian mimpi kita.
5. Tujuan resentator
Novel “Sang Alkemis” mengandung cerita yang banyak memberikan makna kehidupan. Buku ini menarik untuk dikupas ceritanya. Dengan membaca buku ini kita dapat menambah pengetahuan akan hidup dan mimpi, serta memiliki pandangan baru tentang kehidupan.
6. Keunggulan buku
Berbeda dengan kisah-kisah modern yang banyak muncul dalam karangan metropop saat ini, kisah dalam novel “Sang Alkemis” menyajikan cerita tentang kehidupan yang sebenarnya dimana sesungguhnya setiap manusia memiliki mimpi dan punya kekuatan untuk mencapainya. Cerita ini mengandung banyak makna tersirat serta kata-kata bijak yang bisa memberi inspirasi pada pembaca, bahkan cerita ini bisa menjadi motivasi untuk membangkitkan semangat dalam meraih mimpi dalam hidup.
7. Kelemahan buku
Kata-kata yang disajikan dalam cerita ini banyak mengandung makna yang tersirat sehingga akan sulit dimengerti oleh orang awam dan akan agak membosankan bila pembaca tidak mengerti makna dari cerita.
8. Kesimpulan dan saran
Secara umum, novel ini mempunyai cerita yang khas dan menarik, sehingga akan menjadi kisah baru yang akan menambah inspirasi. Buku ini cukup bagus untuk dibaca dan menjadi koleksi para pecinta buku.
25 November 2008
Namun, sesungguhnya ulang tahunku ini bukan hanya pertambahan umur saja, tapi ini berarti jatahku untuk jadi makhluk bumi juga berkurang. Jujur, aku masih belum siap bila harus menghadap-Nya dalam waktu dekat. Meskipun aku tahu, jika memang waktuku telah tiba, siap atau tidak aku akan tetap menghadap-Nya.
Saat ini aku sedang merenungkan dan berpikir tentang apa saja yang telah aku lakukan setahun lalu, apakah ada keuntungan untuk diriku, untuk orang di sekitarku, untuk orang yang aku cintai dan bahkan orang tuaku seperti yang pernah dikatakan temanku. Tapi, aku belum bisa mencintai semua yang telah kulakukan, bahkan untuk waktu 24 jam ini, aku belum bisa memastikan berapa banyak hal kulakukan dengan cinta. Maksudku, kegiatan atau rutinitas apa saja yang benar-benar aku cintai dan aku melakukannya dengan ikhlas dan hanya mengharap ridho-Nya ? Nyaris tidak ada mungkin.
Sebenarnya aku ingin lebih mawas diri. Aku tidak tahu apakah 31.536.000 detik yang terlewat telah kugunakan dengan baik atau tidak untuk memenuhi segala perintah-Nya. Apakah aku orang yang sigap atau sesegera mungkin dalam memenuhi undangan-Nya untuk mendirikan shalat atau barangkali kumandang suara azan ternyata belum mampu menghentikan aktivitas duniawiku? Aku sadar masih jauh dari itu. Dan tidak sepantasnya aku menggerutu bila doaku belum disambut oleh-Nya. Seharusnya aku sadar diri, aku belum mampu maksimal memaksa jiwa dan raga untuk memenuhi perintah-Nya.
Aku juga punya segudang mimpi yang beberapa di antaranya adalah my near plan. Dan aku sangat bersyukur karena diriku dianugerahi teman-teman yang bisa memberiku memotivasi setiap saat. Aku bangga bisa menjadi bagian dari hari-hari mereka. Saat kuceritakan mimpi-mimpi besarku, mereka sangat mendukungku. Mereka benar-benar memberiku support sepenuhnya. Namun, bukan tak ada yang menertawakanku bahkan menganggap aku orang gila. Ya…karena mimpiku terlalu tinggi kata mereka. Aku sempat down dan jatuh untuk beberapa saat. Tapi, ya… itulah gunanya teman. Motivasi dari mereka membuatku bisa survive dan tetap bertahan hingga kini. Sampai aku mendengar kata-kata dari salah satu dosenku. Kata beliau sukses itu berawal dari mimpi. Jadi bermimpilah setinggi mungkin, dan biarkan mimpimu mengambang bersama bintang-bintang di langit karena ketika engkau tidak mampu menggapai mimpi tertinggimu dan ahirnya kau pun terjatuh, maka kau akan tersangkut di bintang-bintang yang senantiasa tetap bersinar di langit nan indah.
Beberapa mimpi dan targetku telah tercapai. Lalu apa? Apa yang harus kubanggakan dari semua itu.. Tidak ada. Hanya rasa syukur yang sepatutnya kupanjatkan. Karena izin-Nyalah aku bisa sejauh ini. Aku jadi ingat dengan pesan dari temanku. Katanya, di langit masih ada langit. Ketika aku berada di atas langit, aku harus tetap ingat bahwa diriku pernah berada di dataran yang paling rendah. Dan ketika aku berada di atas langit, aku juga harus tetap ingat bahwa banyak orangyang membanggakan diriku dan mereka pulalah orang yang selalu membantuku dengan bentuk kesetiaan mereka, keikhlasan mereka, dan dengan doa mereka aku bisa seperti sekarang ini.
Terima kasih ya Allah. Aku berjanji, kesempatan yang kau berikan akan kumanfaatkan dengan baik. Terima kasih juga Kau telah menganugerahiku teman-teman yang telah mendukungku selama ini. Semoga aku bisa lebih baik ke depannya. Amin…
Yang berulang tahun
19 November 2008
Ketika kita melihat tingkah laku dan gaya hidup manusia di zaman yang sudah modern ini khususnya para remaja, sebagian besar dari mereka beragama Islam, mereka percaya akan adanya Allah swt, mereka percaya akan aturan-aturan yang ada dalam Al-quran, tapi dengan seenak hatinya mereka melakukan kemaksiatan di bumi Allah, pada hal mereka percaya akan adanya Allah swt.
Mengapa hal ini terjadi???
Ini terjadi karena mereka hanya percaya akan Allah hanya sebatas percaya, tapi tidak berkomitment dengan apa yang telah mereka percaya.
Krisis moral dan minimnya pengetahuan tentang agama juga merupaka penyebab itu terjadi.
Untuk menghindari hal tersebut terjadi kita harus mempunyai spiritual commitment, yaitu kepercayaan akan keeksistensian Allah dan juga keesaaan Allah SWT, sebagai manusia mungkin kita tidak bisa melihat Allah swt secara langsung, karena itu pula mungkin sulit bagi sebagian manusia untuk percaya akan keberadaan Allah.
Tapi kita bisa membuktikan kebaradaan Allah dan Allah itu Esa dari ciptaanNya dan keteraturan yang terjadi pada ciptaan-Nya.
Dengan perkambangan ilmu pengetahuan yang sudah modern seperti sekarang ini, banyak para ilmuwan yang telah membuktikan keteraturan yang terjadi di dunia ini yang tidak mungkin terjadi dengan sendirinya,misalnya setelah ditemukannya teleskop rakssasa Hubbel oleh Edwin Hubbel, kita bisa melihat kejadian-kejadian diluar angkasa dengan jelas,seperti misalnya kita bisa tau yang bahwa bulan berputar mengelilingi bumi dengan arah yang berlawanan dengan arah perputaran jarum jam, ternyata bumi juga mengelilingi matahari dengan arah yang sama yaitu berlawanan dengan arah jarum jam, hal yang sama juga terjadi pada perputran Galaksi di jagat raya. Itu baru keteraturan yang terjadi di luar angkasa.
Sekarang kita turun ke bumi, hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi di bumi, bila kita telusuri ke dalam tubuh manusia, kita akan menemukan arah perputaran DNA di dalam tubuh manusia juga berputar dengan arah yang sama yaitu berlawanan arah dengan jarum jam.
Kemudian mari kita melihat bagaimana atom mengililingi inti Atom, disini kita juga akan menemukan hal yang sama yaitu atom mengelilingi inti atom juga dengan arah yang berlawanan dengan arah jarum jam.
Setelah kita menelusuri luar angkasa, kemudian masuk kedalam tubuh manusia dan melihat-lihat atom, sekarang mari kita melihat hal yang sama juga dilakukan oleh manusia di suatu tempat yang merupakan satu-satunya tempat yang mampu mengumpulkan 500 juta jiwa setiap tahunnya dari berbagai penjuru dunia yaitu di Mekkah Al-Mukarramah, ketika manusia mengelilingi ka’bah untuk bertawaf, manusia juga melakukannya dengan arah yang sama yaitu berlawanan dengan arah jarum jam.
Apakah hal-hal seperti ini pernah terpikirkan oleh kita
Subhanallah…. Sungguh luar biasa semua ini tidak mungkin diatur oleh banyak Tuhan haya satu Tuhan yang mampu mengaturnya. Apabila kita melihat semua itu dengan mata hati, sungguh kita akan percaya yang bahwa Tuhan itu satu dan Tuhan itu ada.
Banyak para ilmuan yang telah menemukan bahwa islam itu memang benar, tapi Sungguh sebenarnya orang-orang kafir itu tau akan kebenaran islam, tapi mereka terlalu angkuh untuk mengakuinya.
Ini merupakan sebagian kecil bukti yang menunjukkan bahwasanya Allah itu Esa dan Allah itu ada.
Kita harus mananamkan kuat-kuat spiritual comitment dalam diri kita agar dapat terbentuknya unshakable mentality atau mental yang tak mudah di goyahkan Jika kita sudah percaya dengan sebatul-betul percaya akan Allah insyaAllah tidak ada sesuatu apapun yang mampu menggoyahkan mental kita dari kepercayaan dan keimanan kepada Allah.
Karena sesungguhnya kita hidup untuk menjadi hamba Allah.
06 November 2008
Ada saat dimana kita tidak bisa memenuhi janji karena keadaan yang tidak bisa dihindari. Dan entah mengapa, hari ini aku seperti mendapat teguran dari Allah atas satu sikapku yang kurang bersyukur padaNya.
Untuk memenuhi beberapa janji hari ini, banyak sekali mendapatkan hambatan. Janji untuk rapat di KTC jam 10 pagi terhalang dengan pengumpulan laporan praktikum fisiologi tumbuhan. Dan sore ini, aku terlambat pergi rapat yang ditunda pagi tadi. Mengapa? Ada teman yang butuh didengar masalahnya. Dengan linangan air mata, bagaimana mungkin aku meninggalkannya? Sempat terlintas di pikiranku, antara janji rapat dengan mendengar masalah teman yang sangat penting, manakah yang harus kita pilih? Tentu ada konsekuensi saat memilih salah satu dari dua pilihan tsb. Bisa saja aku memenuhi keduanya, namun konsekuensinya adalah keterlambatan sampai di tempat rapat. Adilkah?
Namun bukan hal itu yang memenuhi kepalaku. Memori tadi sore yang masih melekat erat. Saat aku mendengar curhat teman tentang keadaan orang tuanya yang tidak ikut andil dalam membesarkan dirinya, tidak memberi kasih sayang yang seharusnya ia dapatkan, detik itu juga aku mengerti sebab mengapa dia memiliki sifat yang keras, kasar, dan “bebas”. Padahal ia seorang wanita. Ya! Ia tumbuh dalam keadaan dimana tidak ada bimbingan orang tua yang membentuk karakter diri, melainkan lingkungan yang terpolusi oleh hal yang sangat tidak baik untuk seorang wanita dewasa. Mendidik seorang wanita dan menjaga akhlak serta imannya sungguh tidak mudah. Dan sekarang adalah waktu yang tidak mudah baginya untuk berubah. Seorang penyair mengatakan, “ Jika ranting itu Anda luruskan, ia pasti bisa lurus dan tegak. Namun, jika kayu itu ingin Anda luruskan, mustahil ia menjadi lurus.”
“Aku tumbuh besar sendiri dari sejak kecil, jauh dari didikan orang tua, bahkan aku tidak mengenal pribadi mereka dan apa tuntutan mereka, Ela. Namun, yang membuat aku tegar berkali-kali adalah saat melihat anak-anak jalanan yang mencari rezeki dengan susah payah demi sesuap nasi sebagai penyambung hidup. Sedangkan aku hanya kehilangan kasih sayang, bukan dibuang seperti itu. Maka bersyukurlah mereka yang memiliki orang tua yang memperhatikan, menyayangi, dan mendidik mereka dengan penuh ketulusan. Sungguh...bersyukurlah... .”
Aku tidak sanggup membendung air mata yang menyesak keluar. Teringat, kadang aku merasa terganggu dengan sikap Mama yang berlebihan memproteksiku. Ayah yang tidak mengizinkan aku untuk belajar di luar Aceh karena alasan kesehatanku yang tidak bisa diajak kompromi. Tapi dia...Ya Allah...
Kalau aku tidak mendengar langsung dan melihatnya bercerita dengan linangan air mata, mungkin aku tidak percaya. Perkataan ini keluar dari mulut seorang yang biasanya kasar, ceplas-ceplos tanpa memikirkan perasaan orang lain. Namun, kali ini dia menangis, hal yang sangat jarang dia lakukan. Bahkan tidak pernah. Dan sekarang aku menyayanginya dan ikut menangis. Bukan, bukan kasihan. Tapi sayang itu timbul saat melihat sepetak hatinya yang begitu murni, apa adanya. Aku belajar saat itu juga, bahwa siapapun dia, sekeras apapun sikapnya, secuek apapun, seseorang butuh kasih sayang, butuh untuk didengar masalahnya. Walaupun dia tidak pernah meminta, tapi sebenarnya dia butuh itu. Seharusnya kita yang berada di dekatnya menyediakan waktu walau sebentar untuk mendengarnya. Bukankah kita menginginkan hal yang sama? Dan hari ini aku tidak merasa rugi sedikitpun. Biarlah aku sedikit terlambat rapat. Yah.. begitulah skenario Allah, cara-Nya begitu indah untuk mengingatkanku agar mensyukuri karuniaNya berupa orang tua terbaik yang tidak pernah berhenti menyayangiku. Ya. The place where I am. Terima kasih karena sudah mempercayaiku untuk mendengar masalahmu, teman.
Seperti biasa, agenda KOTA minggu ke-4 setiap bulannya adalah bedah karya anggota KOTA yang terpilih untuk dipublikasikan. Dan kali ini, karya Hilya terpilih setelah melalui seleksi ketat koordinator naskah oleh Vera Halfiani.
Nah berikut foto-foto kegiatan saat itu.
Rian (koordinator Kota) mulai memberikan komentar buat tulisan Hilya
Nah, sekarang gilirannya Hilya yang mengomentari komentar kawan-kawan terhadap tulisannya